Marquez: Saya Bisa Lebih Cepat

Marc Marquez menilai mesin untuk musim 2017 sedikit lebih mudah dikontrol

Habib Rizieq Dianiaya Kostrad, Itu Hoax

Isu-isu tak jelas kerap bermunculan melalui media sosial maupun pesan berantai. Semalam muncul broadcast menyebutkan Habib Rizieq dianiaya prajurit Kostrad.

FBB Ternyata Dukung Ahok: Jangan Takut Pak !!

Front Betawi Bersatu (FBB) mendeklarasikan dukungan mereka kepada pasangan Basuki T. Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Presiden Venezuela Menari Salsa Untuk Menghibur Rakyatnya yang Kelaparan

Rakyat Venezuela sedang kekurangan pangan, obat dan juga kesabaran. Presiden mereka, Presiden Nicolas Maduro, melakukan hal yang dimaksudkan untuk menghibur rakyatnya, yakni dengan menari salsa.

Ternyata Aksi Penolakan Kampanye Ahok-Djarot Terorganisir

"Kita punya dokumentasi, orang yang sama sudah terorganisir. Kami minta ke KPUD dan Polisi tegas. Basuki-Djarot diterima kok di masyarakat. Kenapa mereka jegal?"

Tuesday, 29 November 2016

Sri Mulyani Kecewa Atas Kasus Suap Pegawai Pajak

Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak kini memiliki dua pejabat baru Eselon II, yaitu Direktur Intelijen Perpajakan Peni Hirjanto dan Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur Harry Gumelar. Keduanya dilantik oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pagi tadi di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Banyak pesan yang disampaikan Sri Mulyani dalam sambutannya usai pelantikan. Salah satunya adalah untuk mengobati luka Ditjen Pajak atas kasus suap yang beberapa waktu lalu menjerat pegawai Ditjen Pajak bernama Handang Soekarno.

Mengobati luka yang dimaksud oleh Sri Mulyani adalah dengan meningkatkan integritas dan kejujuran di lingkungan Ditjen Pajak. Sehingga kejadian serupa tidak akan terulang lagi.

"Anda berdua, saya minta bantu teman-teman 38.000 orang di Direktorat Jenderal Pajak yang saat ini merasa sangat terlukai, atas sikap suatu oknum atau beberapa oknum yang akan terkena," jelas Sri Mulyani, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Sri Mulyani kecewa atas kasus suap pegawai pajak yang terjadi beberapa minggu lalu. Dia berpesan, agar seluruh jajaran pegawai Ditjen Pajak dan Kementerian Keuangan meningkatkan komitmennya menjalankan tugasnya sebagai aparatur negara.

"Saya luka, saya kecewa dan kita tidak ingin menyalahkan. Sebagian dari Ditjen Pajak memiliki komitmen luar biasa untuk menjaga kepentingan negara," tutup Sri Mulyani. 

Sumber: detik.com

Perhatian: Ini Larangan Sepanjang Aksi Super Damai 2 Desember

Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Aksi 2 Desember 2016 akan digelar di Monas super damai dan bernilai ibadah. Para peserta diimbau menaati peraturan yang berlaku.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Polri dan MUI telah sepakat aksi itu diselenggarakan di depan Tugu Monas sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta elemen masyarakat ataupun buruh menunda rencana demonstrasi pada 2 Desember. "Fokusnya adalah di Monas, kemudian juga disampaikan oleh kesepakatan kita, kegiatan aksi-aksi lain di luar aksi mengenai Bela Islam III ini kita harapkan aksi-aksi di luar itu sebaiknya ditunda dulu, ditunda hari lain," kata Kapolri.

Para peserta aksi akan menggelar sajadah dan salat Jumat bersama. Aksi ini diisi tausiyah yang menyejukkan dari ulama-ulama. Seluruh peserta dilarang membawa senjata tajam dan bambu runcing. 
Berikut 3 larangan itu:

1. Jangan ganggu kesucian ibadah

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta elemen masyarakat ataupun buruh menunda rencana demonstrasi pada 2 Desember. Kapolri khawatir demonstrasi bisa mengganggu jalannya aksi Bela Islam III pada 2 Desember di Monas.

"Fokusnya adalah di Monas, kemudian juga disampaikan oleh kesepakatan kita, kegiatan aksi-aksi lain di luar aksi mengenai Bela Islam III ini kita harapkan aksi-aksi di luar itu sebaiknya ditunda dulu, ditunda hari lain," kata Tito dalam jumpa pers bersama di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Tito menuturkan aksi Bela Islam III yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI diisi dengan kegiatan ibadah. Karena itu untuk menjaga kekhusyukan, Tito berharap agenda unjuk rasa tidak dilakukan pada hari yang sama pada 2 Desember.

"Jangan sampai mengganggu kesucian acara ini, karena ini memang ibadah, termasuk ada rencana kegiatan aksi buruh misalnya. Jangan sampai di sini sedang berzikir di satunya teriak-teriak enggak akan cocok itu, akan mengganggu kesucian, sekali lagi kesucian ibadahnya," imbuhnya.

2. Dilarang membawa senjata tajam

Ketua Pembina GNPF-MUI KH Muhammad Rizieq Shihab menegaskan bahwa aksi 'Bela Islam Jilid III' yang akan digelar di Monas, 2 Desember adalah aksi super damai. 

"Jadi damai di sini yang kami maksudkan adalah mekanisme penyampaian unjuk rasa yaitu harus terhormat, bermartabat, bernilai ibadah, sehingga menjadi satu aksi yang yang super damai," tegas Rizieq di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Untuk itu, seluruh warga yang akan ikut aksi dilarang membawa senjata tajam. "Kepada seluruh umat, jangan membawa senjata tajam, bambu runcing dan lain-lainnya. Indonesia bukan negara perang, Indonesia negara aman," kata Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir dalam jumpa pers di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Nasir meminta kepada jemaah untuk membawa dan menyiapkan sajadah, air mineral atau pun makanan seperti kurma. Sebab aksi 2 Desember akan diisi berbagai kegiatan keagamaan seperti tausiyah, doa, zikir bersama dan salat Jumat.

"Yang tidak bisa berangkat ke Jakarta, zikir bersama-sama di masjid masing-masing," ujarnya.

3. Tidak ada orasi

Aksi tersebut akan diisi kegiatan zikir dan tausiah dari pukul 08.00 WIB sampai selesai salat Jumat.

"Kami akan berzikir dan berdoa, Kami harap para umat mendengarkan tausiah yang akan disampaikan para ulama," imbuh Rizieq.

Rizieq juga mengatakan aksi tersebut tidak diisi orasi bak unjuk rasa maupun longmarch.

"GNPF MUI dan Polri sepakat Aksi Bela Islam III tetap akan digelar pada 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa super damai berupa aksi ibadah gelar sajadah untuk salat Jumat," kata Rizieq di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Sumber: detik.com

Denny Siregar: Heran, Ahok Sekarang Lebih Kalem

Foto: Andhika Prasetia/detikcom
"Akhirnya bertemu juga dengan Pak Ahok. Saya kasih pak Ahok kopi meskipun Pak Ahok nggak suka kopi. Bisa juga saya memaksa Pak Ahok ngopi," ucap Denny di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016). 

Ahok pun membalas dengan candaan. Dia mengatakan kopi yang diminumnya bukan kopi asli Medan, tetapi kopi instan dalam kemasan.

"Saya rasa ini bukan kopi Medan, ini kopi bungkus. Aku kira kamu bawa kopi dari Medan. Istri saya orang Medan, keluarganya setiap hari ngopi," balas Ahok.

Tak lama kemudian, Denny menanyakan soal Ahok yang cenderung pendiam belakangan ini. Denny mengatakan kesulitan mencari bahan tulisan soal Ahok.

"Kenapa berubah diam? Saya jadi nggak ada bahan tulisan, karena karakter pak Ahok yang kuat bisa jadi tulisan," ucap Denny.

Ahok pun mengatakan alasan dirinya diam karena menerima nasihat dari orang-orang terdekatnya. Bahkan, istri Ahok sampai heran mengapa Ahok cenderung kalem.

"Saya kira ada teman yang beri nasihat, saya sudah diam saja masih banyak fitnah. Semarah apapun saya, saya tidak pernah menghina ucapan hewan. Istri saya nonton TV, istri saya bilang 'tidak seperti Ahok lagi', yang penting rasa Ahok masih terasa," canda Ahok.

Tak hanya Denny, sebelumnya artis Roy Marten bersama istri Ana Maria juga datang untuk memberikan dukungan terhadap Ahok. Pasangan tersebut kompak menggunakan kemeja kotak.

"Hanya satu kata: lawan! Kita dukung Ahok bukan karena ras,agama, tapi krn manusianya, pribadinya, hasil kerjanya," papar Roy.

Sumber: detik.com

MOTOGP NEWZ

Mored